by google
Kali ini, kembali aku terlempar pada kubangan sedih yang kerap
menghalangi setiap langkah yang aku pijak. Dan air mata telah menggenang pada
kelopak mata yang kian sayu ini. Jiwaku semakin melumpuh oleh sendu yang
menyayat pada hitungan detak jantungku.
Adalah perpisahan, satu kata yang seringkali hinggapiku dengan sejuta
alasan yang tak pernah bisa aku mentahkan. Kebersamaan yang seumur purnama ini
harus berlalu, bersama cintamu yang mendamaikan setiap isak rongga
dadaku.
Dan aku harus melepas kepergianmu dengan senyum yang sekuat jiwa aku
hadirkan demi kelegaan hatimu., sedang hatiku tersayat oleh sembilu rasa. Andai
kau bisa menyelami dasar hatiku yang terluka karena perpisahan ini, mungkin kau
takkan pernah tinggalkan aku dalam hampa rasa ini.
Namun semua sudah berlaku pada tulisan takdir, kita berpisah.Dan kembali
aku merajut sepi, bersama alunan rindu yang berbalut syair pengharapan akanmu.
Kan kurangkai indah rindu ini bersama untaian kenangan kasihmu yang selalu kau
sematkan di dinding kalbuku. Ku bangun benteng setiaku untukmu pada halaman
jiwa yang telah kokoh kutata.
Selamat jalan kekasih….
Doa terindah akan selalu menemani lagkahmu
Asa termanis kan selalu terucap dari bibir keluku
Untukmu
Pergilah dengan bekal cintaku
Ayunkan langkahmu dengan untaian senyumku
Aku menunggumu
Dan selalu menunggumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar